<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>zizzahaz.com</title>
	<atom:link href="http://zizzahaz.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zizzahaz.com</link>
	<description>Cathetane Kang Nur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Mar 2012 13:33:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>KENALI TANDA-TANDA IBU HAMIL MEMASUKI PERSALINAN</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2012/03/14/kenali-tanda-tanda-ibu-hamil-memasuki-persalinan/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2012/03/14/kenali-tanda-tanda-ibu-hamil-memasuki-persalinan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 03:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[bumil]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[inpartu]]></category>
		<category><![CDATA[melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[partus]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda pasti persalinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki trimester ketiga masa kehamilan istri saya, sering terjadi keluhan kenceng-kenceng (kontraksi) di sekitar perut. Kontraksi ini tidak terjadi terus menerus, namun kadang terasa menyiksa karena perut menjadi kram dan tegang, menimbulkan efek mengejan seperti mau buang air besar. Belum lagi ditambah tendangan-tendangan janin dari dalam yang semakin keras dan kuat. Kontraksi pada wanita hamil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/03/birth-process.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-594" title="M810/0366" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/03/birth-process-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Memasuki trimester ketiga masa kehamilan istri saya, sering terjadi keluhan kenceng-kenceng (<em>kontraksi</em>) di sekitar perut. Kontraksi ini tidak terjadi terus menerus, namun kadang terasa menyiksa karena perut menjadi kram dan tegang, menimbulkan efek mengejan seperti mau buang air besar. Belum lagi ditambah tendangan-tendangan janin dari dalam yang semakin keras dan kuat.</p>
<p><span id="more-588"></span><em>Kontraksi</em> pada wanita hamil mendekati waktu persalinan memang sering terjadi. Bagi Ibu yang pernah hamil dan melahirkan hal ini kadang bukan hal yang mengkhawatirkan. Tetapi pagi ibu yang baru hamil pertama kali, hal ini kadang menjadi tanda tanya apakah akan melahirkan atau belum. Ketika saya masih bertugas di IGD, seringkali saya mendapati pasien kebidanan dengan kasus seperti ini, rata-rata mereka baru pertama kali hamil, jadi belum pengalaman dengan kehamilan sebelumnya. Mereka datang dengan persiapan mau melahirkan, namun ketika diperiksa, belum ada pembukaan dari leher rahim.</p>
<p><em>Kontraksi</em> atau kenceng-kenceng ini sebetulnya bukan tanda-tanda persalinan pasti tetapi merupakan salah satu dari  tanda-tanda persalinan palsu. Dalam ilmu kebidanan<em> kontraksi</em> pada rahim dinamakan <em>his</em>. <em>Kontraksi</em> atau <em>his</em> hanya terjadi beberapa saat, kadang bisa hilang dengan istirahat baring, dan tidak menimbulkan pembukaan leher rahim atau <em>serviks</em>. Lalu, <em>kontraksi</em> seperti apa yang merupakan tanda-tanda persalinan pasti, sehingga para pasutri tidak salah dalam mengambil langkah untuk segera ke Rumah Sakit?</p>
<p>Tanda-tanda ini penting sekali untuk diketahui oleh ibu hamil dan suami, agar tidak salah dalam mengambil tindakan. Tanda-tanda persalinan pasti adalah sebagai berikut, namun belum tentu semua tanda ini akan didapatkan pada proses persalinan.</p>
<ol>
<li>Kekuatan <em>his</em> atau <em>kontraksi</em> makin sering terjadi dan teratur dengan jarak <em>kontraksi</em> yang semakin pendek.Kontraksi ini mungkin  serasa seperti kram saat <em>menstruasi</em> atau seperti nyeri punggung bagian bawah yang datang dan pergi (ma&#8217;af&#8230; karena saya laki-laki maka saya tulis mungkin karena saya belum pernah menstruasi dan hamil&#8230; <img src='http://zizzahaz.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ).<br />
Pada tahap awal persalinan, interval <em>kontraksi</em> terjadi antara 20 sampai 30 menit. Setelah selang beberapa jam <em>kontraksi</em> biasanya akan mulai terjadi pada interval yang lebih pendek, dan terjadi setiap 10-15 menit atau kurang. Dalam keadaan normal,<em> kontraksi</em> ini akan bisa terjadi dalam waktu yang lebih pendek lagi yaitu 5 menit sekali. <em>His</em> yang seperti ini sudah bukan tanda-tanda persalinan palsu lagi karena<em> kontraksi</em> tidak hilang walaupun dilakukan istirahat baring. Segera hubungi dokter atau bidan anda bila tanda-tanda ini sudah datang, jangan tunggu tanda-tanda yang lain.</li>
<li> Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda, yaitu adanya cairan lendir bercampur bercak darah pada jalan lahir. Lendir bercampur darah merupakan tanda-tanda pembukaan <em>serviks</em> (leher rahim)</li>
<li> Dapat disertai ketuban pecah. Tak jarang hal ini terjadi, karena adanya tekanan dari dalam sedangkan <em>serviks</em> sudah terbuka, sehingga selaput ketuban pecah. Namun hal ini tidak selalu terjadi pada setiap ibu melahirkan, kadang selaput ketuban masih utuh sampai menjelang bayi keluar dari rahim. Untuk membedakan air ketuban atau air kencing adalah bila air kencing berbau pesing maka air ketuban berbau amis. Keluarnya air ketuban tidak dapat ditahan sedangkan buang air kecil masih bisa ditahan.</li>
<li> Pada pemeriksaan dalam, dijumpai perubahan <em>serviks</em> , bisa perlunakan <em>serviks</em>, pendataran <em>serviks</em>, dan terjadi pembukaan <em>serviks</em>. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dengan cara memasukkan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) ke dalam liang<em> vagina</em>, untuk meraba <em>portio</em> (mulut rahim). Pelebaran atau pembukaan ini biasanya diukur dalam sentimeter.Mungkin seringkali kita mendengar dokter atau bidan akan mengatakan baru mbuka 2 atau mbuka 7 dan mbuka berapa&#8230; itu merupakan pembukaan serviks dalam cm. Ukurannya adalah 1 cm  s/d 10 cm. &#8221;<em>Fully dilated</em>(Sepenuhnya melebar atau sudah pembukaan penuh)&#8221; berarti ukuran leher rahim anda berada di 10 cm dan siap untuk melahirkan.</li>
</ol>
<p>Sudah jelas kan tanda-tanda ini, yang terpenting jangan tunggu lebih lama lagi bila salah satu dari tanda-tanda persalinan sudah ada, segera ke instansi medis yang anda percaya untuk menolong persalinan keluarga atau diri anda sendiri.</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : ( Sinopsis Obstetri, 1998)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2012/03/14/kenali-tanda-tanda-ibu-hamil-memasuki-persalinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persalinan Menurut Umur Kehamilan</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2012/03/01/persalinan-menurut-umur-kehamilan/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2012/03/01/persalinan-menurut-umur-kehamilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 08:53:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hpl]]></category>
		<category><![CDATA[matur]]></category>
		<category><![CDATA[menyiapkan kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[post matur]]></category>
		<category><![CDATA[prematur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[sbelen.wordpress.com Musim kelahiran, ya&#8230;. mungkin ungkapan itu tepat sekali disematkan pada bulan-bulan tertentu karena seringnya terjadi angka kelahiran.Bulan Pebruari ini saya seringkali mendengar kabar teman yang melahirkan, mendahului kelahiran dari kehamilan istri saya yang diperkirakan pada bulan April besok. Kelahiran adalah hal yang ditunggu-tunggu selama proses kehamilan, karena kelahiran merupakan akhir dari kehamilan dan awal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_576" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/03/menetas.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-576" title="menetas" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/03/menetas-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></dt>
<h5 class="wp-caption-dd">sbelen.wordpress.com</h5>
</dl>
</div>
<p>Musim kelahiran, ya&#8230;. mungkin ungkapan itu tepat sekali disematkan pada bulan-bulan tertentu karena seringnya terjadi angka kelahiran.Bulan Pebruari ini saya seringkali mendengar kabar teman yang melahirkan, mendahului kelahiran dari kehamilan istri saya yang diperkirakan pada bulan April besok.</p>
<p><span id="more-572"></span>Kelahiran adalah hal yang ditunggu-tunggu selama proses kehamilan, karena kelahiran merupakan akhir dari kehamilan dan awal dari kehidupan yang baru. Hari Perkiraan Lahir (HPL) menjadi patokan sebuah penantian, apakah maju dari HPL atau tepat waktu ataukah mundur dari HPL. Tidak perlu menanti terlalu lama, begitu kata mereka yang mau melahirkan bila persalinan maju dari perkiraan. Tapi persalinan akan menjadi problem bila maju terlalu panjang sehingga terjadi kelahiran <em>prematur</em>. Juga bila mundur terlalu panjang maka akan menjadi <em>post matur</em>, sehingga harus dilakukan tindakan pengakhiran kehamilan dengan obat-obatan pemacu kelahiran atau bahkan harus melalui meja operasi. Lalu kapan kelahiran bisa dikatakan <em>prematur</em> atau <em>matur</em> dan <em>post matur</em>?</p>
<p>Dalam medis, kata persalinan lebih sering disebut dengan kata <em>partus</em>. Persalinan (<em>partus</em>) adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup kedunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. <strong>(Sinopsis Obstetri, 1998 : 91)</strong>.  Menurut umur kehamilan, maka persalinan dapat dibagi menjadi beberapa jenis<strong>(Muchtar, 1998) </strong>:</p>
<ol>
<li><em>Partus prematurus</em>, adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28 sampai 37 minggu, janin dapat hidup tetapi <em>prematur </em>(belum cukup bulan), berat janin antara 1000 &#8211; 2500 gram.</li>
<li><em>Partus Maturus</em>, adalah persalinan pada kehamilan 37 &#8211; 40 minggu, janin <em>matu</em>r (cukup bulan), berat badan diatas 2500 gram.</li>
<li><em>Partus post maturus</em>, adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu yang ditaksir (HPL), janin disebut <em>post matur</em> atau <em>serotinus</em>.</li>
</ol>
<p>Dalam medis, umur kehamilan dihitung dengan minggu bukan bulan, tapi masyarakat awwan kebanyakan menghitungnya dengan bulan. Masyarakat Awwam dalam hal ini akan kesulitan menentukan apakah persalinan mereka sudah cukup bulan atau belum karena patokan bulan mereka adalah <span style="text-decoration: underline;"><strong>1 bulan = 4 minggu</strong></span>. Lihatlah ketika dikatakan kepada mereka tentang umur persalinan normal adalah 37-40 minggu, mereka akan menghitung , 37 minggu dibagi 4 (<strong>37 : 4 = 9 bulan lebih 1 minggu</strong>) atau bila umur 40 minggu maka <strong>40 minggu : 4 = 10 bulan</strong> .  Lalu bila dalam Islam dikatakan umur ibunda yang mengandung kita adalah 9 bulan, apakah bertentangan dengan medis yang mengatakan umur kelahiran normal adalah 37 minggu s/d 40 minggu. Bukankah angka itu bila dibulankan maka akan ketemu angka 37 minggu = 9 bulan 1 minggu, dan 40 minggu = 10 bulan?</p>
<p>Sesungguhnya medis dalam hal ini tidak bertentangan dengan Islam. Dalam medis 1 bulan tidak sama dengan 4 minggu, tetapi <strong>1 bulan adalah 30 hari </strong>sedangkan 30 hari itu tidak sama dengan 4 minggu. Medis juga tidak menghitung Januari 31 hari atau yang lain 30 hari, semua seragam 30 hari. Jadi bila dikatakan umur kehamilan 40 minggu maka cara mengkonversikan ke dalam bulan adalah, 40 minggu dijadikan hari dulu, maka 40 minggu x 7 hari didapatkan angka&#8230; sebentar ambil kalkulator dulu, biar hasilnya valid &#8230; hasilnya 280 hari. Trus 280 hari jadikan bulan dengan membaginya dengan angka 30, dengan asumsi 1 bulan adalah 30 hari. Hasilnya adalah&#8230;&#8230; 9, 33333. Sembilan bulan lebih sedikit saja, atau lebih tepatnya <strong>9 bulan 10 hari</strong>. Iya kan tidak begitu jauh berbeda. Jelas kan, bahwa medis tidak bertentangan dengan Islam dalam menyikapi umur kehamilan ini.</p>
<p>Sudah jelas dan gamblang kan&#8230;. Selanjutnya bagi ibu hamil semoga bisa melahirkan ketika umur kehamilan sudah <em>matur</em>, bukan <em>prematur </em>atau <em>post matur</em>.</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2012/03/01/persalinan-menurut-umur-kehamilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kreatif tapi Curang</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2012/02/21/kreatif-tapi-curang/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2012/02/21/kreatif-tapi-curang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 05:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[curang]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah umar bin khaththab]]></category>
		<category><![CDATA[kreati]]></category>
		<category><![CDATA[muraqabah]]></category>
		<category><![CDATA[tabung gas 3 kg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Tabung gas 3 kg yang saya pakai tiba-tiba mengeluarkan tetes-tetes air yang mengelilingi setiap sisi tabung. Tabung berubah menjadi dingin, seperti es, masih agak berat tapi kelihatannya gas elpijinya sudah hampir habis. Agak kaget juga saya melihat fenomena ini, jangan-jangan tabungnya mau meledak. Segera saya lepas regulator dari tabung gas. Tabung gas saya goyang-goyangkan, terdengar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/02/Tabung-Gas-LPG-3Kg-001.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-562" title="Tabung Gas LPG 3Kg 001" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/02/Tabung-Gas-LPG-3Kg-001-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Tabung gas 3 kg yang saya pakai tiba-tiba mengeluarkan tetes-tetes air yang mengelilingi setiap sisi tabung. Tabung berubah menjadi dingin, seperti es, masih agak berat tapi kelihatannya gas elpijinya sudah hampir habis. Agak kaget juga saya melihat fenomena ini, jangan-jangan tabungnya mau meledak. Segera saya lepas regulator dari tabung gas. Tabung gas saya goyang-goyangkan, terdengar suara air dari dalam tabung gas. Aneh&#8230; bisa-bisanya air masuk ke dalam tabung gas, padahal tidak ada jalan masuk yang  bisa dilalui. Kelihatannya, berat air di dalam tabung kurang lebih 1/2 kilogram. Kreatif juga nih&#8230; menjual 1/2 kilogram air dengan harga 1/2 kg elpiji.</p>
<p><span id="more-559"></span>Keuntungan dunia&#8230;ya&#8230;keuntungan dunia yang melatarbelakangi manusia untuk berbuat curang. Mereka selalu tidak puas dengan pendapatan dan keuntungan murni yang mereka dapat. Padahal, seberapa besar keuntungan dunia yang mereka dapatkan bila dibandingkan dengan dosa yang mereka terima, akan lebih besar dosa yang mereka terima. Setiap keuntungan yang mereka raih akan menjadi bara api neraka dalam daging mereka.</p>
<p>Berbuat curang seakan-akan menjadi sah-sah saja ketika tidak ada orang yang tahu. Lihatlah pemain sepak bola yang mencetak gol dengan tangan, mereka akan menganggap sah bila wasit dan hakim garis tidak melihat itu. Sang pemain seringnya juga tak mau mengakui, padahal semua itu ada rekaman yang bisa membuktikan kecurangan. Begitu juga dalam kasus tabung gas di atas, mereka menganggap kecurangan itu sah-sah saja karena tidak ada yang tahu. Mereka lupa, bahwa segala perbuatan kita sebetulnya ada yang mencatat, setiap saat kita ada yang mengawasi. Dia adalah Allah <em>Azza wa Jalla</em> yang akan mengawasi, Dia tidak pernah tidur dan lupa dengan segala yang kita perbuat dan tak ada hal sekecil apapun yang akan terlewatkan dari-Nya.</p>
<p>Dalam cerita masa lalu semasa kekuasaan khalifah Umar bin Khaththab <em>radhiallahu ‘anhu, </em>ada satu teladan tentang kejujuran dari penduduk kota madinah ketika itu. Awal kisah, pada suatu malam Khalifah ‘Umar bin Khaththab <em>radhiallahu ‘anhu</em> pergi ke daerah pinggiran kota Madinah. Untuk istirahat sejenak, bersandarlah beliau di tembok salah satu rumah. Terdengarlah oleh beliau suara seorang perempuan yang memerintahkan anak perempuannya untuk mencampur susu dengan air. Tetapi anak perempuan yang diperintahkan tersebut menolak dan berkata, <em>“Bagaimana aku hendak mencampurkannya, sedangkan Khalifah ‘Umar melarangnya?”</em>Mendengar jawaban anak perempuannya, maka sang ibu menimpalinya,<em> “Umar tidak akan mengetahui.”</em>Mendengar ucapan tersebut, maka anaknya menjawab lagi, <em>“Kalaupun ‘Umar tidak mengetahui, tetapi Rabb-nya pasti mengetahui. Aku tidak akan pernah mau melakukannya. Dia telah melarangnya.”</em> Kata-kata anak perempuan yang jujur itulah yang membuat khalifah Umar Radhiyallahu anhu mantap menikahkan anaknya &#8216;Ashim dengan anak perempuan itu.</p>
<p>Tapi itu cerita masa lalu yang agaknya sulit sekali kita dapat pada saat ini. Berbagai kecurangan sudah menjadi hal yang lumrah dan bukan rahasia umum lagi. Lihat saja siaran TV tentang investigasi, banyak sekali hal yang berbau kecurangan diespos di sana.</p>
<p>Saya juga pernah menjumpai hal-hal yang berbau kecurangan di perjalanan hidupku. Penjual susu mencampur susu dengan air santan kelapa . Sebelum menanak nasi saya kadang memisahkan butir-butir pasir yang menjadi campurannya, hebat sekali&#8230;  1 kg pasir bisa seharga 1 kg beras. Tempe kedelai yang saya makan kadang dicampur dengan jagung. Dan tentunya masih banyak lagi yang tak bisa saya tulis semuanya di sini.</p>
<p>Yakinlah bahwa Allah selalu mengawasi segala tindak-tanduk dan perbuatan kita, sehingga kita akan selalu merasa tidak aman untuk berbuat curang. Ber<em>muraqabah</em>lah selalu  yaitu selalu merasa diawasi oleh Allah<em> ‘Azza wa Jalla</em>, baik ketika sendiri atau ketika bersama orang lain.</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2012/02/21/kreatif-tapi-curang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran dari TAHMID RAHMAT BASUKI</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2012/02/13/pelajaran-dari-tahmid-rahmat-basuki/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2012/02/13/pelajaran-dari-tahmid-rahmat-basuki/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 05:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[PERENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[appendixitis]]></category>
		<category><![CDATA[arf]]></category>
		<category><![CDATA[crf]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal akut]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal kronis]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal stadium 5]]></category>
		<category><![CDATA[ileus]]></category>
		<category><![CDATA[mesin fressenius]]></category>
		<category><![CDATA[perforasi]]></category>
		<category><![CDATA[peritonitis]]></category>
		<category><![CDATA[qodarullah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[tahmid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Tahmid, 14 tahun, seorang pasien gagal ginjal stadium 5, dengan vonis cuci darah 2x seminggu. Di umurnya yang terbilang masih belia, cobaan harus dipikulnya. Dia kehilangan fungsi kedua ginjalnya, sebuah cobaan yang tidak ringan tentunya. Tahun 2010 kemarin merupakan awal cobaan itu, dimulai dengan keluhan nyeri perut yang tidak hilang-hilang,yang dianggap biasa bagi sang Ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/02/Zizzahaz1277.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-544" title="Zizzahaz1277" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/02/Zizzahaz1277-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Tahmid, 14 tahun, seorang pasien gagal ginjal stadium 5, dengan vonis cuci darah 2x seminggu. Di umurnya yang terbilang masih belia, cobaan harus dipikulnya. Dia kehilangan fungsi kedua ginjalnya, sebuah cobaan yang tidak ringan tentunya.</p>
<p><span id="more-542"></span>Tahun 2010 kemarin merupakan awal cobaan itu, dimulai dengan keluhan nyeri perut yang tidak hilang-hilang,yang dianggap biasa bagi sang Ibu Tahmid, sehingga untuk mengobatinya hanya dibawa ke tukang urut. Dalam sisi medis, pengobatan dengan cara mengurut atau memijat bagian perut sangat dilarang, karena di dalam rongga perut (<em>abdomen</em>) berisi organ-organ yang lemah. Usus bisa muntir, sehingga alirannya tersumbat (<em>ileus</em>), atau bila terjadi infeksi bisa menambah infeksi menjadi lebih parah yang dalam dunia medis disebut <em>perforasi</em>. Begitu juga dengan Tahmid, sakit perut yang dianggap biasa ternyata merupakan <em>Appendixitis</em> atau infeksi usus buntu/umbai cacing. Infeksi usus buntu yang sudah menjadi <em>perforasi</em>, atau dalam bahasa awam, usus buntunya sudah pecah dan menjadi nanah. Bisa dibayangkan betapa tragisnya nasib perut yang seperti itu diobati dengan cara diurut perutnya&#8230; maka infeksinya menjadi semakin meluas sampai seluruh rongga perut (<em>peritonotis</em>).</p>
<p><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/02/Zizzahaz1278.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-545" title="Zizzahaz1278" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/02/Zizzahaz1278.jpg" alt="" width="240" height="320" /></a></p>
<p><em>&#8220;Semua atas takdir Allah, Qodarullah</em>,&#8221;demikian Pak Tohari ayah Tahmid, bila ditanya orang, kenapa Tahmid bisa menjadi seperti itu. Sebuah jawaban yang bijak dan mengandung makna yang dalam, bukti dari keridhoan dan bersabar atas cobaan Allah. Atas dasar itulah, Pak Tohari tidak mempermasalahkan tukang urut yang menangani Tahmid juga rumah sakit yang melakukan operasi untuk menyembuhkan infeksi yang sudah terlanjur parah. Walaupun banyak orang menganjurkan untuk menunutut rumah sakit melalui jalur hukum tapi beliau sama sekali tidak punya niatan untuk itu. Rumah sakit memang kisah lanjutan dari usaha mengobati sakit Tahmid. Pembedahan seluruh perut atau <em>laparotomy</em> harus dilakukan karena luasnya area infeksi dan komplikasi yang ditimbulkan. Alhamdulillah, operasi dan perawatan bisa berjalan dengan baik, hanya saja ada satu hal yang tidak diduga sebelumnya terjadi. Kedua ginjal Tahmid mogok, tidak mau berfungsi seperti biasa. Tetes air kencing yang biasanya begitu lancar mengalir, tiba-tiba menjadi enggan keluar. Agaknya masalah yang utama sudah berhenti namun timbul masalah baru yang lebih serius.</p>
<p>Sejak saat itu, tahmid menjadi pasien gagal ginjal dengan vonis cuci darah 2x seminggu&#8230; sampai sekarang&#8230; sampai tulisan ini dibuat dan entah sampai kapan, hanya Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang tahu. Jarum fistula, mesin dialisa fresenius, tabung dializer, single needle double lumen, merupakan sebagian barang-barang yang akrab bersahabat dengan Tahmid saat ini.</p>
<p>Harapan sembuh? Itulah yang selalu diinginkan Tahmid dan keluarganya, walaupun secara medis hal itu tidak mungkin tanpa dilakukan cangkok ginjal, tapi mereka yakin suatu saat nanti Allah akan menyembuhkannya. Setiap usaha yang tidak menyimpang dari syar&#8217;i dan tidak berlawanan dengan medis selalu dilakukan. Namun sampai saat ini memang belum ada hasilnya. Allah memang baru menguji Tahmid dan keluarga untuk mempertebal kesabaran.</p>
<p>Banyak pelajaran yang selalu saya ambil dari keluarga ini. Salah satunya tentang kesabarannya dalam menerima cobaan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala. Terbayang biaya yang tak sedikit untuk cuci darah 2x seminggu seumur hidup. Sekali cuci darah minimal Rp 550.000 harus dikeluarkan. Tak pernah saya membayangkan bila itu terjadi pada saya, padahal saya kadang masih kurang sabar bila menghadapi anak yang sakit panas saja, apalagi bila menghadapi hal seperti bapaknya Tahmid. <em>&#8220;Ya Allah&#8230;jangan Engkau berikan saya dengan cobaan yang saya tidak mampu untuk memikulnya&#8230; Amiin.&#8221; &#8220;Ya Allah&#8230; berikanlah ganti pahala yang tak terbatas untuk kesabaran keluarga Tahmid atas takdir yang Engkau berikan,&#8221;</em></p>
<p>Semoga yang sempat membaca tulisan ini memberikan doa kebaikan untuk keluarga Tahmid Rahmat Basuki.</p>
<p>Semoga bermanfaat.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2012/02/13/pelajaran-dari-tahmid-rahmat-basuki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUTANG&#8230; NIKMAT atau BENCANA</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2012/02/06/hutang-nikmat-atau-bencana/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2012/02/06/hutang-nikmat-atau-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 04:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[debt collector]]></category>
		<category><![CDATA[fikih hutang]]></category>
		<category><![CDATA[hutang piutang]]></category>
		<category><![CDATA[jangan mudah berhutang]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kalau tidak punya hutang, hidup tidak semangat&#8221;. Pernah dengar slogan hidup yang seperti itu. Saya pernah mendengar slogan seperti itu, didengungkan oleh orang yang gemar berhutang, padahal orang yang berhutang punya kewajiban mengembalikan uang yang dihutang. Dalam proses pengembalian uang hutang yang kadang terasa memberatkan inilah sebagai penyemangat bekerja untuk mencari uang, sebagai target yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/02/hutang.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-530" title="hutang" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/02/hutang.jpg" alt="" width="98" height="80" /></a><em>&#8220;Kalau tidak punya hutang, hidup tidak semangat&#8221;.</em> Pernah dengar slogan hidup yang seperti itu. Saya pernah mendengar slogan seperti itu, didengungkan oleh orang yang gemar berhutang, padahal orang yang berhutang punya kewajiban mengembalikan uang yang dihutang. Dalam proses pengembalian uang hutang yang kadang terasa memberatkan inilah sebagai penyemangat bekerja untuk mencari uang, sebagai target yang harus bisa terpenuhi.</p>
<p><span id="more-528"></span>Menerima uang hutang memang terasa nikmat, karena kita menerima uang tanpa harus bekerja. Ada orang yang menjajakan teman-temannya sebagai tanda syukur karena uang hutangnya sudah turun. Ada yang rumahnya langsung berubah total seakan istana keraton, mobilnya menjadi mewah dan baru, tanah sawahnya luas membentang, semua itu karena hutang. Alangkah nikmatnya ya&#8230; ya&#8230; nikmat di depan, nikmat ketika uang itu baru kita terima. Tapi ketika kita menuju kepada kewajiban, adakah nikmat itu akan hadir lagi.  Kewajiban orang berhutang adalah mengembalikan uang yang telah di hutang sesuai perjanjian awal ketika akan berhutang. Ketika jatuh tempo merupakan waktu yang paling dihindari. Pusing kepala rasanya ketika uang setoran belum ada, belum lagi bila <em>debt collector</em> yang tak kenal ampun datang menagih hutang kita. <a title="klik di sini beritanya di www.solopos.com" href="http://www.solopos.com/2012/sragen/penjambretan-juragan-lele-menjambret-di-15-tkp-158732" target="_blank">Di Sragen jawa tengah ada juragan lele yang menjadi penjambret karena terbelit utang 70 juta, uang hasil jambretan di8gunakan untuk mengembalikan hutang</a>. Nah&#8230; kalau sudah begini hutang itu nikmat atau bencana ya&#8230;</p>
<p>Di bawah ini saya coba <em>copy paste</em> tulisan <strong>Ustadz Abu Bakar M. Altway, </strong>di situs <a title="klik di sini tulisan asli" href="http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&amp;id=655" target="_blank">http://www.alsofwah.or.id</a> , mengenai fikih hutang agar kita berhati-hati sebelum melangkah jauh untuk berhutang dalam jumlah besar. Juga agar kita tidak mudah berhutang atau berhutang dengan niat tidak mengembalikan. Simak saja ulasannya walau panjang tapi sangat bermanfaat.</p>
<p>Dalam kehidupan di dunia manusia membutuhkan orang lain. Risalah Islam, mengatur hubungan antar sesama manusia sedemikian rupa, agar tumbuh kepedulian dan tidak saling menzalimi satu sama lain. Di antara hubungan tersebut adalah urusan utang piutang. Seperti penjelasan berikut:</p>
<p><strong>1. Hukum Memberikan Pinjaman</strong><br />
Hukum memberikan pinjaman adalah sunnah apabila peminjam dalam kondisi sangat membutuhkan. Rasulullah shallallohu &#8216;alaihi wasallam bersabda,</p>
<p style="text-align: center;" dir="rtl"><strong>مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>“Barangsiapa yang melepaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa yang memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.”</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em><strong style="text-align: left;">(HR. Muslim)</strong><span style="text-align: left;"> </span></p>
<p style="text-align: left;">Namun hukumnya dapat berubah menjadi haram, apabila pemberi pinjaman mengetahui atau mempunyai dugaan kuat bahwa peminjam akan menggunakannya untuk suatu maksiat atau sesuatu yang diharamkan.</p>
<p><strong>2. Hukum Meminjam</strong><br />
Adapun hukum meminjam adalah dibolehkan (mubah), namun dengan dua syarat:</p>
<ul>
<li>Peminjam mengetahui bahwa dirinya sanggup untuk membayar, misalnya ada sesuatu yang diharapkan dapat digunakan untuk membayar.</li>
<li><span style="text-align: left;">Adanya kesungguhan untuk membayar pinjaman tersebut. </span></li>
</ul>
<p style="text-align: left;">Apabila kedua syarat tersebut tidak terpenuhi, maka haram baginya meminjam. Rasulullah mengancam orang-orang yang mengutang dengan niat tidak membayar, beliau bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><em>“Barangsiapa mengambil harta orang lain (utang) dan berniat melunasinya, niscaya Allah akan melunasi utang itu. Dan barangsiapa mengambil harta orang lain (utang) dan berniat menghilangkannya (tidak melunasi), niscaya Allah akan membinasakannya”</em></p>
<p style="text-align: center;"><em></em><strong style="text-align: left;">(HR. al-Bukhari) </strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>3. Keutamaan Memberi Pinjaman</strong><br />
Secara umum membantu orang yang sedang dalam kesulitan sangatlah dianjurkan di dalam Islam. Banyak hadits yang secara khusus menganjurkan hal tersebut dan menyebutkan keutamaannya yang sangat besar. Di antaranya adalah,</p>
<p style="text-align: center;"><em>“Tidaklah seorang muslim memberikan pinjaman kepada muslim lainnya sebanyak dua kali kecuali akan bernilai seperti sedekah sekali.”</em></p>
<p style="text-align: center;"><em></em><strong><span style="text-align: left;">(HR. Ibnu Majah) </span></strong></p>
<p style="text-align: left;">Juga hadits lain Rasulullah bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><em>“Seorang lelaki masuk ke dalam Surga, kemudian ia melihat di atas pintu Surga tertulis: “Sedekah dibalas sepuluh kali lipat, sedangkan memberikan pinjaman dibalas delapan belas kali lipat”</em></p>
<p style="text-align: center;"><em></em><strong><span style="text-align: left;">(HR. ath-Thabrani &amp; al-Baihaqi) </span></strong></p>
<p style="text-align: left;">Abdullah Ibnu Mas’ud berkata, “Sungguh, memberi utang dua kali lebih aku sukai daripada memberi sedekah sekali.”</p>
<p><strong>4. Utang Adalah Kebiasaan Buruk Yang Sangat Berbahaya Bagi Pelakunya</strong><br />
Meskipun berutang adalah hal yang dibolehkan di dalam Syariat Islam, namun selayaknya seseorang tidak gampang mengambil utang dari saudaranya, kecuali bila benar-benar dalam keadaan sangat terdesak, karena utang merupakan sesuatu yang dapat membawa dampak buruk bagi pelakunya. Di antara doa yang sering Rasulullah panjatkan di dalam shalatnya adalah,</p>
<p style="text-align: center;" dir="rtl"><strong>اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan utang”.</em></p>
<p style="text-align: left;">Seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullah, alangkah seringnya engkau berlindung dari perbuatan utang?’ Maka Rasulullah bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><em>“Sesungguhnya apabila seseorang berutang maka dia akan berbicara lalu berdusta, kemudian berjanji lalu tidak menepatinya”</em></p>
<p style="text-align: center;"><em></em><strong style="text-align: left;">(HR. al-Bukhari) </strong></p>
<p style="text-align: left;">Dan inilah realita yang terjadi di tengah masyarakat, sebagian besar orang yang berutang selalu menunda-nunda kewajibannya dengan cara berdusta dan berjanji namun tidak ditepati. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang memang tidak mempunyai keinginan untuk melunasinya.</p>
<p><strong>5. Ancaman Bagi Orang Yang Menunda dan Enggan Membayar Utang</strong></p>
<p>1. Orang yang mampu membayar utang namun menunda-nundanya disebut sebagai pelaku kezaliman. Rasulullah bersabda, <em>“Perbuatan orang kaya yang menunda-nunda pembayaran utangnya adalah suatu kezhaliman”</em> <strong>(HR. al-Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<p>2. Orang yang sengaja menolak melunasi utang kelak berjumpa dengan Allah sebagai pencuri. Rasulullah bersabda, <em>“Siapa saja yang berutang dengan niat tidak akan melunasinya, niscaya dia akan bertemu Allah (pada hari Kiamat) dalam keadaan sebagai pencuri”</em> <strong>(HR. Ibnu Majah dengan sanad Shahih).</strong></p>
<p>3. Jiwa orang yang berutang dan belum melunasinya tertahan. Rasulullah bersabda,<em>“Jiwa seorang mukmin tertahan oleh utangnya hingga utang tersebut terlunasi”</em> <strong>(HR. at-Tirmidzi dengan sanad shahih).</strong></p>
<p>4. Rasulullah enggan menshalatkan Jenazah orang yang mempunyai utang hingga utangnya dilunasi atau adanya seseorang yang menjamin untuk melunasinya.</p>
<p>Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, ‘Rasulullah biasanya menolak menshalatkan seseorang yang wafat dalam keadaan masih memiliki utang. Suatu ketika dihadirkan ke hadapan beliau mayat seseorang, lalu beliau bertanya, <em>‘Apakah dia mempunyai utang?</em>’ Para sahabat menjawab, ‘Ya, dua dinar.’ Beliau bersabda, <em>‘(Kalau begitu) shalatkanlah saudara kalian ini.’</em> Maka Abu Qatadah berkata, ‘Wahai Rasulullah, biarlah aku yang menanggung dua dinar itu.’ Maka beliau pun menshalatkannya” <strong>(HR. Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasa’i, dengan sanad shahih).</strong></p>
<p>5. Dosa menanggung (tidak membayar) utang tidak akan diampuni sekalipun pelakunya mati syahid. Rasulullah bersabda,<em>“Seluruh dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali utang.”</em> <strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p>Sungguh sangat memprihatinkan sikap sebagian orang yang menganggap remeh kewajiban untuk menunaikan hak orang lain, khususnya dalam masalah utang piutang. Padahal begitu besar ancaman bagi orang yang menyepelekan masalah ini. Karena itu hendaknya orang yang berutang berupaya keras untuk melunasi utangnya dan segera menyelesaikan kewajibannya begitu ada kemampuan untuk itu. Barangsiapa memiliki kesungguhan untuk melunasi utangnya niscaya Allah akan membantunya. Rasulullah bersabda, <em>“Tidaklah seorang hamba mempunyai niat untuk melunasi utangnya kecuali ia akan mendapatkan pertolongan dari Allah”</em> <strong>(HR. al-Hakim dengan sanad Shahih)</strong></p>
<p>6. Amal kebaikan orang yang mempunyai utang akan digunakan untuk melunasi utangnya kelak di akherat. Rasulullah bersabda, <em>“Barangsiapa mati dalam keadaan menanggung utang satu Dinar atau satu Dirham, maka akan dilunasi dari kebaikannya, karena di sana tidak ada lagi Dinar maupun Dirham.”</em> <strong>(HR. Ibnu Majah dengan sanad Shahih).</strong></p>
<p><strong>6. Anjuran Bagi Orang Yang Memberikan Pinjaman</strong><br />
Meskipun orang yang memberikan pinjaman berhak untuk menagih harta yang dipinjamkannya, namun terdapat ketentuan-ketentuan syari’at yang harus diperhatikan. Di antaranya adalah:</p>
<p>1. Memberikan tenggat waktu kepada peminjam yang belum mampu untuk melunasi pinjamannya. Allah berfirman, artinya, <em>“Dan apabila (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka tangguhkanlah hingga dia mendapatkan kemudahan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”</em> .<strong>(QS. al-Baqarah: 280</strong>)</p>
<p>2. Menagih dengan sopan,<br />
<em>“Barangsiapa menagih haknya hendaknya ia menagihnya dengan cara yang terhormat, baik ia berhasil mendapatkannya maupun gagal.”</em> <strong>(HR. at-Tirmidzi dengan sanad Shahih)</strong></p>
<p>3. Menghapuskan utang, baik keseluruhannya maupun sebagiannya bagi peminjam yang diketahui tidak mampu untuk melunasi utangnya. Firman Allah, artinya, <em>“Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”</em> <strong>(QS. al-Baqarah: 280)</strong></p>
<p style="text-align: left;">Demikian tulisan beliau, semoga bermanfaat.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2012/02/06/hutang-nikmat-atau-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rutinitas yang Membunuh</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2012/01/30/rutinitas-yang-membunuh/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2012/01/30/rutinitas-yang-membunuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 04:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[shalat 5 waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[restofmylife.multiply.com Hari ini seperti hari kemarin dan hari-hari yang lain saya selalu bergelut dengan rutinitas pekerjaan yang selalu menunggu. Setiap hari kerja selalu bertemu dengan pekerjaan yang itu-itu saja, kalaupun ada yang lain itu paling hanya sesekali saja. Pekerjaan rutinitas menjadi lebih mudah dan cepat, karena semua konsep sudah hapal di luar kepala. Pekerjaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_513" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/01/Rutinitas.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-513" title="Rutinitas" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/01/Rutinitas-150x150.jpg" alt="http://restofmylife.multiply.com" width="150" height="150" /></a></dt>
<h5 class="wp-caption-dd">restofmylife.multiply.com</h5>
</dl>
</div>
<p>Hari ini seperti hari kemarin dan hari-hari yang lain saya selalu bergelut dengan rutinitas pekerjaan yang selalu menunggu. Setiap hari kerja selalu bertemu dengan pekerjaan yang itu-itu saja, kalaupun ada yang lain itu paling hanya sesekali saja. Pekerjaan rutinitas menjadi lebih mudah dan cepat, karena semua konsep sudah hapal di luar kepala. Pekerjaan yang awalnya dulu baru bisa diselesaikan selama 1 jam, sekarang bisa rampung dalam waktu 30 menit&#8230; ya itulah rutinitas, semua bejalan teratur dan terus-menerus dalam waktu lama, sehingga kita menjadi hapal tanpa membuka buku teori sekalipun. Namun, setelah diteliti hasil pekerjaan rutinitas kita ternyata tidak 100% benar dan bebas dari kesalahan.</p>
<p><span id="more-504"></span>Mengisi data-data pasien merupakan pekerjaan rutinitas yang saya lakukan tiap kali bekerja. Nama, umur, nomor regester, bangsal, tanggal tindakan, dll, dsb, dan masih banyak lagi. Dalam keadaan normal, dengan dikerjakan sungguh-sungguh, saya bisa mengerjakan mengisi data pasien ini dalam waktu 30 menit untuk 8 pasien. Namun, karena pekerjaan ini sudah menjadi rutinitas, saya bisa mengerjakan dalam waktu yang relatif lebih singkat, kira-kira 15 menit&#8230; wuz&#8230; wuz&#8230; dengan tulisan yang diseret-seret khas tulisan anak TK, malah mungkin lebih bagusan tulisan anak TK, pekerjaan telah selesai. Saya pernah iseng-iseng meneliti hasil pekerjaan saya, waduh, ternyata banyak juga kesalahan yang saya lakukan. Saya pernah salah memasukkan data, kolom nama yang seharusnya saya masukkan nama pasien saya isi dengan nomor regester, atau sebaliknya, jadinya saya harus meralat dengan cara mencoretnya dan menulis lagi di sela-sela tempat yang masih kosong. Jadi belepotan deh&#8230; Pernah juga saya menulis nama dokter kebalik dengan nama pasien, fatal deh&#8230;.</p>
<p>Manusia beribadah sebetulnya juga mengerjakan suatu rutinitas. Shalat 5 waktu sehari semalam, shaum Ramadhan sebulan dalam setahun, zakat fitrah, dan banyak ibadah lainnya. Lalu, bagaimana bila ibadah hanya dijadikan sekedar rutinitas, rutinitas untuk sekedar menggugurkan kewajiban hamba terhadap Rabbnya? Saya yakin akan banyak kesalahan di dalamnya, mungkin dari segi gerakan shalat, atau bacaan, dan yang lainnya.</p>
<p>Saya pernah menjadi makmum di belakang imam yang menurut saya shalatnya sangat cepat, express&#8230; mungkin karena sudah menjadi rutinitas, jadi semua gerakan dan bacaan sudah hapal di luar kepala. Ketika shalat berakhir sang imam memimpin dzikir dan doa dengan keras juga cepat sekali. Duh&#8230; kenapa bacaannya jadi kacau begitu&#8230; lafadz <strong>&#8220;Allahu Akbar&#8221; </strong> yang dibaca berulang-ulang 33x menjadi <strong>LOBAR LOBAR LOBAR</strong>&#8230;.. Kacau kan&#8230;</p>
<p>Saya juga pernah mengalami hal serupa, ketika shalat saya jadikan rutinitas dan penggugur kewajiban, bacaan shalat saya menjadi kacau. Bacaan doa iftitah yang menurut saya hapal di luar kepala ternyata ketika saya lafalkan dengan pelan-pelan benar-benar hilang di luar kepala. Padahal doa iftitah selalu saya lafalkan secara teratur minimal 5 kali sehari. Karena saya lafalkan dengan cepat maka saya tidak menyadari kalau sebetulnya bacaan saya ada yang terlupa. Itulah efek rutinitas yang kadang tanpa kita sadari, kita membuat kesalahan secara terus-menerus dan secara rutin.</p>
<p>Pekerjaan rutinitas memang suatu hal yang tidak mungkin kita hindari secara terus-menerus, ia akan hadir di kehidupan kita. Ya&#8230; hidup memang rutinitas, dan rutinitas yang lama kadang menimbulkan kebosanan, juga menumbuhkan anggapan sepele terhadap rutinitas. Kerjakan rutinitas dengan sungguh-sungguh seperti awal kita mengenal pekerjaan itu. Dalam hal keduniaan kadang kita akan menemukan rutinitas baru untuk menggantikan rutinitas lama yang sudah menjemukan, tapi dalam beribadah kita tidak mungkin menemukan hal itu.</p>
<p>Rutinitas ibadah shalat wajib 5 waktu tidak mungkin akan kita hilangkan dari kehidupan kita selama kita masih mengaku beriman islam dan ikhsan. Kalau dalam hal keduniaan bolehlah kita bosan dengan rutinitas, tapi dalam shalat wajib 5 waktu tidak boleh ada kata bosan. Setiap kali shalat dari subuh ke subuh anggap itu suatu rutinitas baru. Lafalkan pelan-pelan semua bacaan shalat untuk menghindari kesalahan, pahami juga arti bacaan agar kita mengerti apa yang kita ucapkan. Secara berkala tes kembali bacaan shalat anda dengan membuka buku panduan shalat, karena siapa tahu ada bacaan yang terlupa. Koreksi terus secara rutin untuk membenarkan rutinitas kita yang kadang menjadi salah.</p>
<p>Selanjutnya&#8230; siapkah kita semua mengoreksi rutinitas kita secara rutin&#8230; mari laksanakan bersama-sama, demi menuju kebaikan, juga jangan bosan ya&#8230;.</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2012/01/30/rutinitas-yang-membunuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rizki Sudah Ada yang Mengatur</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2012/01/16/rizki-sudah-ada-yang-mengatur/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2012/01/16/rizki-sudah-ada-yang-mengatur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 04:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[menyongsong rizki]]></category>
		<category><![CDATA[pasar buah purwosari]]></category>
		<category><![CDATA[pasar kembang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar nongko]]></category>
		<category><![CDATA[pengamen bus kota]]></category>
		<category><![CDATA[pengamen jalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sambung-menyambung menjadi satu, itulah SOLO MEEN&#8230; Solo kota Pengamen. Selamat sore Assalamualaikum para penumpang bus PO Muncul&#8230;bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;dll&#8230;dst&#8230;,&#8221; Demikian sebuah petikan kalimat pengantar salah seorang dari tiga orang pengamen yang beroperasi di sebuah bus AKAP PO MUNCUL jurusan Pacitan-Solo yang kunaiki. Haduuh&#8230; sudah pengamen keberapa nih yang turun naik di bus yang kunaiki ini. Yang tadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/01/Zizzahaz1272.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-498" title="Zizzahaz1272" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/01/Zizzahaz1272-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><em>&#8220;Sambung-menyambung menjadi satu, itulah SOLO MEEN&#8230; Solo kota Pengamen. Selamat sore Assalamualaikum para penumpang bus PO Muncul&#8230;bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;dll&#8230;dst&#8230;,&#8221; </em>Demikian sebuah petikan kalimat pengantar salah seorang dari tiga orang pengamen yang beroperasi di sebuah bus AKAP PO MUNCUL jurusan Pacitan-Solo yang kunaiki. Haduuh&#8230; sudah pengamen keberapa nih yang turun naik di bus yang kunaiki ini. Yang tadi turun dari pintu belakang, yang ini naik dari pintu depan. Begitu seterusnya seakan-akan tak ada habisnya, padahal persediaan krincing di kantong sudah menipis.</p>
<p><span id="more-494"></span>Ada sebuah kalimat pengantar dari pengamen yang membuat saya mendapatkan pelajaran darinya. Kira-kira begini ucapannya<em>,&#8221; Mohon ma&#8217;af bapak ibu&#8230; Mungkin saya bukan orang pertama yang mengamen di bus ini&#8230; mungkin yang keberapa kalinya&#8230; tapi saya yakin rejeki ada yang mengatur&#8230; jadi saya menerima saja seberapa saya memperoleh rejeki&#8230;&#8221;</em> Entah ucapannya benar tulus dari hati atau tidak, tapi saya lihat pengamen ini penampilannya begitu sopan, ucapannya halus, ketika menerima krincing juga ucapan terimakasihnya begitu terlihat. Kebetulan saya duduk di 3 deret kursi dari belakang sehingga saya bisa melihat seberapa banyak ia mendapatkan krincing. Lumayan banyak juga krincingnya, padahal ia bukan pengamen yang pertama masuk bus ini. Betul kata dia, Rizki sudah ada yang mengatur, sehingga ia yakin akan mendapatkannya.</p>
<p>Saya perhatikan para pengamen kali ini lebih tertib dalam beroperasi sesama para pengamen. Dulu saya sering melihat mereka berebut bus untuk mengamen, mereka berlarian dahulu-mendahului hingga yang pertama bisa masuk dialah yang berhak untuk mengamen. Tak jarang terjadi perkelahian di antara mereka. Kalau dulu mereka sering memaksa dalam meminta uang, tapi sekarang walau masih ada kutemui tapi sudah jarang.</p>
<p>Tapi saya perhatikan, sepertinya mereka masih tetap bersaing, namun persaingannya lebih sehat, mungkin dengan keyakinan<strong> &#8220;Rizki sudah ada yang mangatur&#8221;</strong> maka mereka lebih bisa membawa diri. Kalau dulu rata-rata mereka berkata-kata kasar, tubuh bertato, wajah tampak sangar, tapi sekarang hanya sebagian kecil saja yang kutemui seperti itu. Karena bersaing, mereka juga punya berbagai model dalam menarik simpati para penumpang agar menyisihkan sedikit rizki untuk mereka. Ada yang hanya modal tepuk tangan dan nyanyian yang tidak jelas apa yang dinyanyikan. Yang seperti ini ya mendapatkan krincing, tapi sedikit sekali, paling karena ada yang kasihan saja. Ada yang berkelompok 3 orang dengan membawa gitar dan ketipung dari pralon, walau suaranya tidak begitu bagus, tetapi karena ada alunan musik yang begitu kompak, maka menjadi enak didengar. Dan hasilnya&#8230; tidak hanya krincing, tapi lembaran ribuan juga mampir ke tangan mereka. Saya yakin yang mengasih uang bukan karena kasihan tapi memang karena terhibur. Ada yang bermodal gitar, tetapi menggunakan kata-kata pengantar yang sangat sopan, lagunya juga sopan, kata-katanya seakan-akan bisa membius penumpang bus untuk segera merogoh kantong bajunya mencari sedikit uang yang akan diberikan kepadanya. Banyak sekali sebetulnya cara mereka untuk menarik simpati.</p>
<p>Yups&#8230;. itulah sekelumit kehidupan para pengamen yang kutemui, mereka bisa memberi contoh pada kita tentang bagaimana menghadapi persaingan hidup dalam meraih rizki Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Kadang kita terlalu egois dan individualis untuk menjadi pemain tunggal dalam sebuah usaha. Ketika ada usaha sejenis yang sama dengan usaha kita mulai bermunculan, kita kadang merasa tersaingi, sehingga dengan berbagai cara kita berusaha menjegalnya agar usaha kita tetap menjadi usaha tunggal. Atau dalam suatu profesi&#8230; saya sering melihat profesi kedokteran sering mengalami hal ini. Di suatu daerah kadang hanya ada satu dokter spesialis tertentu, sehingga dia menjadi dokter tunggal tidak ada saingannya. Dia selalu berusaha menjegal kedatangan dokter spesialis yang sama dengan dia agar tidak bisa bekerja di daerah itu. Tapi dengan seiring waktu, hal itu takkan mungkin bisa terus selamanya, pesaing akan selalu datang dengan tanpa bisa dicegah. Yakinlah<strong> &#8220;Rizki sudah ada yang mengatur&#8221; </strong>dialah Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang mengaturnya, hanya kita yang harus siap menyongsongnya dengan berbagai cara yang sehat, dengan selalu menjaga mutu dan selalu berinovasi.</p>
<p>Di Solo, banyak sekali tempat untuk usaha dengan usaha yang sama dalam satu lokasi. Pasar buah di Purwosari, Penjual bunga untuk acara kematian di pasar kembang, penjual tanaman hias di pasar nongko, penjual barang bekas dan barang antik di pasar Triwindu, dan masih banyak lagi. Mereka semua menjual barang yang sejenis dan semua mendapatkan rizki dari barang yang sejenis itu.Ya&#8230;Rizki memang diatur Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, sehingga mereka tidak pernah terlihat berebut pembeli dan menjatuhkan satu dengan yang lainnya.</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2012/01/16/rizki-sudah-ada-yang-mengatur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup&#8230; Antara Takdir, Banyak Pilihan, dan Sebab Akibat</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2012/01/10/hidup-antara-takdir-banyak-pilihan-dan-sebab-akibat/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2012/01/10/hidup-antara-takdir-banyak-pilihan-dan-sebab-akibat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 04:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[bus AKAP]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pengamen]]></category>
		<category><![CDATA[sebab akibat]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>
		<category><![CDATA[ubah takdirmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[alfarizi231.blogspot.com Bepergian dengan bus Antar Kota Antar Provinsi, ada suatu tempat yang membuat saya tidak betah dan berharap segera berlalu dari situ. Terminal&#8230; ya&#8230; di terminal saya seringkali mendapatkan gangguan kecil dari para penjual asongan atau para pengamen. Bukan gangguan fisik sebetulnya tetapi kata-kata mereka seringkali menyakitkan untuk didengarkan. Belum lama ini saya juga harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_488" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/01/jalan-bercabang.png"><img class="size-thumbnail wp-image-488" title="jalan bercabang" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2012/01/jalan-bercabang-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a></dt>
<h5 class="wp-caption-dd">alfarizi231.blogspot.com</h5>
</dl>
</div>
<p>Bepergian dengan bus Antar Kota Antar Provinsi, ada suatu tempat yang membuat saya tidak betah dan berharap segera berlalu dari situ. Terminal&#8230; ya&#8230; di terminal saya seringkali mendapatkan gangguan kecil dari para penjual asongan atau para pengamen. Bukan gangguan fisik sebetulnya tetapi kata-kata mereka seringkali menyakitkan untuk didengarkan. Belum lama ini saya juga harus bepergian dengan jasa bus AKAP, jadi harus melewati terminal, tempat yang tidak dapat saya hindari. Namun saya berusaha menikmati semua itu&#8230; tidak ada gunanya berkeluh kesah saja, toh dengan berkeluh kesah masalah juga tidak bisa terselesaikan. Saya mencoba memperhatikan kehidupan mereka para pedagang asongan, pengamen, pengemis dan saya mendapatkan pelajaran berharga dari mereka. Dari situlah saya tahu tentang keadilan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p><span id="more-480"></span>Sa&#8217;at saya datang dan mendapat tempat duduk di bus <em>po Aneka Jaya</em>, pertama yang mendatangi saya adalah penjual koran, di tangannya setumpuk koran masih belum terjual. Agaknya hari ini rizkinya baru seret, sehingga masih banyak dagangan di tangannya. Kemudian mulai berdatangan penjual minuman kemasan dari yang dingin sampai yang netral, penjual tahu Rp 1000 per buah, penjual jajanan ampyang, penjual bolpoin Rp 5000 dapat 12 biji. Tak ketinggalan sang pengamen dengan suara sumbangnya berusaha menghibur para penumpang. Krincing demi krincing didapat sang pengamen dari para penumpang, hingga penuh kedua tangannya dipenuhi logam limaratusan&#8230; wow&#8230; lumayan juga sang pengamen dari satu lagu sumbangnya berhasil terkumpul koin lebih dari Rp 5000.</p>
<p>Sungguh Allah subhanahu wa Ta&#8217;ala Maha Adil. Lihatlah&#8230; Allah mentakdirkan mereka dengan berbagai pekerjaan, tidak dalam satu pekerjaan. Allah tidak menjadikan mereka pengamen semua, atau penjual tahu semua, atau penjual koran semua. Di sinilah takdir Allah membuat mereka harus memilih&#8230;memilih satu takdir di antara banyak takdir yang menghampiri mereka. Yah&#8230; mereka harus memilih&#8230; seorang tukang koran memilih menjadi tukang koran, tentu dia punya alasan tersendiri kenapa menekuninya. Kenapa ia tidak memilih menjadi penjaja tahu saja, karena dengan menjadi penjaja tahu bila jajanannya tidak laku bisa dimakan sendiri. Kalau menjadi penjual koran&#8230;? Kalau tidak laku terjual kan tidak mungkin dimakan sendiri. Atau kenapa tidak memilih jadi pengamaen saja, walau suaranya sumbang dan tidak punya modal gitar, tapi dengan wajah dibuat sedikit sangar akan mendapatkan koin yang lumayan banyak. Coba bandingkan dengan menjadi penjual koran, muter-muter dari satu bus ke bus yang lain paling hanya laku 2, itupun untungnya tidak seberapa. Iya kan&#8230;.</p>
<p>Iya&#8230; Takdir Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala telah menjadikan ia penjual koran, tapi sesungguhnya ia bisa memilih di antara banyak takdir yang ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuknya. Saya memang kesulitan untuk memahami takdir tapi saya punya anggapan bahwa takdir adalah merupakan hubungan sebab akibat, takdir adalah sebuah pilihan dari banyak pilihan. Menurut saya takdir bukanlah satu jalan saja sehingga kita tidak bisa memilih atau lebih tepatnya seperti wayang&#8230; dimana Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala sebagai sang dalang yang akan memainkan kita semaunya&#8230;dan kita hanya menunggu perintah sang dalang untuk memerankan sebagai apa saja. Menurut saya takdir juga bukan sesuatu yang tidak ada, sehingga kita bebas melakukan apa saja tanpa dikontrol oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Banyak sekali seseorang yang berhasil dalam karirnya menolak akan takdir dengan mengatakan kalau keberhasilan itu atas hasil kerja kerasnya sendiri, bukan karena anugerah takdir Allah. Seperti halnya Qarun di jaman Nabi Musa alaihissalam yang mengingkari takdir-Nya. Yah&#8230; takdir adalah kita harus memilih, tapi dalam hal tertentu kita memang tidak punya pilihan seperti memilih rahim yang akan menjadi tempat tinggal kita ketika janin atau jenis kelamin yang akan menjadi milik kita. Tapi seiring waktu berjalan di kehidupan kita, kita harus memilih, memilih takdir-Nya.</p>
<p>Banyak orang beranggapan bahwa takdir tidak dapat diubah sehingga pesimis dalam menghadapi hidup.<em> &#8220;Allah mentakdirkan saya jadi pengamen&#8230;ya sudah, jalani saja&#8221;</em>. Begitu kadang pernyataan sebagian orang menggambarkan nasib atau takdir yang dialaminya. Lalu apa gunanya doa dan ikhtiar bila takdir itu tidak dapat diubah? Bukankah Allah sendiri yang menganjurkan kita untuk berdoa.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>وَقَالَ رَبُّڪُمُ ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ</strong></h2>
<p style="text-align: center;"><strong>“Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan”</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>(QS. Al-Mukmin / Ghafir : 60).</em></strong></p>
<p style="text-align: left;">Dengan doa berarti kita meminta sesuatu kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, meminta agar diubah jalan hidup kita. Yang ditakdirkan sakit menjadi sembuh, yang miskin menjadi kaya, yang tidak punya anak menjadi punya anak. Kalau memang takdir hanya diciptakan satu jalan, buat apa kita susah-susah berusaha menjadi kaya, mending di rumah tidur dan menunggu datangnya takdir berikutnya.</p>
<p style="text-align: left;">Kemudian Rasulullah Shalalahu alaihi wa salam juga mengajarkan shalat istikharoh, yaitu shalat untuk memantapkan hati pada suatu pilihan di antara banyak pilihan. Jelas kan bila kita berjalan di banyak jalan takdir, lalu kita diberi hak untuk memilihnya. Yang tentunya kita harus memilih takdir yang terbaik untuk kita, dimana hal terbaik diukur dari sisi akhirat, bukan keduniaan. Walaupun menjadi pengamen bisa mendatangkan banyak koin atau krincing, tapi dari sisi keberkahan lebih berkah menjadi penjaja arem-arem dan tahu sebungkus Rp 1000. Jangan salah dalam memilih takdir, karena semua itu tergantung pada diri kita.</p>
<p style="text-align: left;">Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِہِمۡ‌ۗ</strong></h2>
<p style="text-align: center;"><strong><strong><em>Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri</em></strong>.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>(QS Ar ra’d (13) : 11)</strong></p>
<p>Takdir memang pelik&#8230;kadang saya juga sulit memahaminya, namun hubungan sebab akibat dan memilih takdir sering saya gunakan untuk menyemangati hidup ini</p>
<p>Terus&#8230;. Siapkan Anda untuk memilih takdir Anda, takdir yang terbaik dari Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala, terbaik menurut ukuran akherat.</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2012/01/10/hidup-antara-takdir-banyak-pilihan-dan-sebab-akibat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUJAN, yang Dirindukan Namun (kadang) Dicaci</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2011/12/30/hujan-yang-dirindukan-namun-kadang-dicaci/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2011/12/30/hujan-yang-dirindukan-namun-kadang-dicaci/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 10:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang]]></category>
		<category><![CDATA[hujan bencana]]></category>
		<category><![CDATA[hujan berkah]]></category>
		<category><![CDATA[hujan deras]]></category>
		<category><![CDATA[larangan mencaci hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[myunuswb.multiply.com Akhir tahun di bulan Desember dan awwal tahun di bulan Januari adalah saat-saat hujan berkuasa, biasanya baru deras-derasnya. Tiap hari hujan, seakan tak kenal waktu, bisa pagi, sore atau malam hari. Kadang diselingi dengan badai yang bisa memporak-porandakan bangunan dan pepohohan, atau suara petir yang menggelegar memekakkan telinga. Hujan yang datang menghapus kemarau panjang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_468" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/12/hujan-hujanan.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-468" title="hujan-hujanan" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/12/hujan-hujanan-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></dt>
<h5 class="wp-caption-dd">myunuswb.multiply.com</h5>
</dl>
</div>
<p>Akhir tahun di bulan Desember dan awwal tahun di bulan Januari adalah saat-saat hujan berkuasa, biasanya baru deras-derasnya. Tiap hari hujan, seakan tak kenal waktu, bisa pagi, sore atau malam hari. Kadang diselingi dengan badai yang bisa memporak-porandakan bangunan dan pepohohan, atau suara petir yang menggelegar memekakkan telinga. Hujan yang datang menghapus kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan yang lalu.</p>
<p><span id="more-458"></span>Hujan memang begitu dirindukan oleh seluruh makhluq, manusia, hewan dan tumbuhan, semua membutuhkan hujan. Tapi ketika hujan itu datang, tak sedikit manusia yang mencelanya, bahkan mengusirnya pergi.Banyak ungkapan yang keluar dari mulut manusia menghujat atau mencela hujan ini. <em>&#8220;Sial&#8230;gara-gara hujan usahaku bangkrut</em> (penjual es sih&#8230;)<em>&#8220;. &#8220;Hujan lagi&#8230;hujan lagi&#8230;acaranya gagal nih&#8230;&#8221;. &#8220;Sial&#8230;gara-gara hujan&#8230;pertandingan sepak bolanya ditunda deh&#8230;&#8221; </em>Masih banyak ungkapan menghujat, padahal sebetulnya hujan adalah rahmat dari Allah. Air hujan adalah air yang penuh berkah, karena dengannya manusia dan makhluk hidup yang lain bisa melangsungkan kehidupannya. Lihatlah&#8230;ketika hujan turun beberapa hari, tumbuh-tumbuhan akan bermunculan, biji-bijian yang terkubur di tanah berubah menjadi tumbuhan yang hidup, hewan-hewan kecil menampakkan diri karena guyuran hujan yang sejuk.</p>
<p style="text-align: left;">Allah subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>وَنَزَّلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ مُّبَـٰرَكً۬ا فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ جَنَّـٰتٍ۬ وَحَبَّ ٱلۡحَصِيدِ</strong></h3>
<p style="text-align: center;"><strong><em>“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam” </em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>(Qs Qaaf 9).</strong></p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ‌ۖ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ</strong></h3>
<p style="text-align: center;"><strong><em>“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>(Qs Al-Anbiya’ 30).</strong></p>
<p style="text-align: left;">Sesungguhnya, hujan itu sama dengan kita, dia hanyalah makhluq Allah, hanya wujudnya saja yang berbeda. Hujan yang turun, deras atau hanya gerimis, itu semua adalah atas perintah aturan Allah. Hujan tidak bersalah&#8230;dia hanya patuh atas perintah Allah, apa yang dilakukannya tidak pernah menyimpang dari aturan Allah subhanahu wa Ta&#8217;ala. Maka&#8230;mencela dan menghujat hujan secara tidak langsung sama saja dengan menghujat sang pencipta hujan yaitu Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.Padahal Allah menurunkan hujan adalah sebagai rahmat Allah kepada makhluqnya. Lalu apakah pantas bagi sebagian orang yang menolak hujan padahal hujan itu air yang penuh berkah. Lihatlah beberapa manusia rela berbuat kesyirikan dengan mengundang pawang hujan untuk menolak hujan hanya karena anggapan mereka tentang hujan yang akan merusak acara mereka. Astaghfirullah&#8230;mereka rela menukar berkah dengan kesyirikan, semoga hal ini tidak akan terjadi lagi.</p>
<p style="text-align: left;">Namun di sisi lain&#8230;musim hujan selalu menimbulkan bencana yang kadang merenggut jiwa makhluq hidup lainnya. Lihatlah banjir, tanah longsor, lahar dingin dan berbagai penyakit yang ditimbulkannya. Apakah ini termasuk berkah&#8230;atau hujan merupakan bencana????</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimanapun, Hujan tetap hujan berkah, kalaupun itu menjadi bencana sesungguhnya salah manusia sendiri. Lihatlah&#8230;hutan-hutan yang seharusnya menjadi penahan air digunduli oleh manusia, hutan-hutan dibakar oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, daerah-daerah resapan air dijadikan pemukiman, sungai-sungai menjadi dangkal karena sampah yang dibuang sembarangan. Drainage untuk jalannya air tidak dibuat dengan baik, sehingga air menggenang karena tidak mendapatkan jalan untuk mengalir dengan baik. Manusia mengubah hujan berkah menjadi hujan bencana yang selalu menimbulkan korban jiwa. Makanya salah besar bila kita menyalahkan hujan sebagai biang bencana.</p>
<p style="text-align: left;">Musim hujan tahun ini begitu saya nantikan, begitu saya rindukan, saya teringat dengan masa kecil&#8230;ketika musim hujan begitu deras-derasnya, saya dan teman-teman sering bermain hujan sampai basah kuyub. Lari-lari, sepak bola, berendam di sawah yang dilewati air dengan arus yang tidak begitu deras, sampai-sampai bibir dan ujung jari kebiruan dan telapak tangan keriput.Maklum anak desa, orang tua saya tidak pernah melarangnya atau memarahi saya ketika pulang-pulang dalam keadaan basah dan kotor. Alhamdulillah saat itu sehat-sehat saja, badan tidak menjadi demam atau pilek, malah menjadi kebal. Bagi orangtua jaman sekarang tidak ada salahnya memperkenalkan hujan kepada anak-anak dengan menyuruhnya bermain hujan berbasah-basahan dan berkotor-kotor dengan tanah yang becek. InsyaAllah tidak akan apa-apa karena hujan mengandung berkah Allah.</p>
<p style="text-align: left;">Rasulullah Shalallahu alaihi wa salama juga begitu senang ketika menyambut hujan, karena beliau tahu tentang keberkahan hujan ini. Dalam hadits dari Anas Radhiallahu anhu, Rasulullah bahkan ber<em>tabarruk</em>(mengambil berkah) dari air hujan:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>“Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kehujanan. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan, ‘Ya Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?’ Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Karena dia baru saja Allah ciptakan” </em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>(HR Muslim).</strong></p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana????Siapkah semua menyambut berkah Allah ini? Persiapkan diri Anda semua&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Semoga tulisan ini bermanfaat.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2011/12/30/hujan-yang-dirindukan-namun-kadang-dicaci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Lurus</title>
		<link>http://zizzahaz.com/2011/12/07/jalan-lurus/</link>
		<comments>http://zizzahaz.com/2011/12/07/jalan-lurus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 03:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[jalan lurus]]></category>
		<category><![CDATA[shiratal mustaqim]]></category>
		<category><![CDATA[terowongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zizzahaz.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[mypangandaran.com Ketika ada rencana piknik dengan teman sekerja beberapa waktu yang lalu, ada beberapa usulan tempat wisata yang akan dituju. Tawang mangu, Jogja, Pacitan atau sekedar tempat terdekat yang sudah biasa kami kunjungi. Walaupun belum ketemu tempat mana yang akhirnya akan dituju, tapi ada satu orang yang tidak mau kalau Pacitan menjadi tempat tujuan wisata. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: center;">
<dl id="attachment_450" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/12/jalan-lurus.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-450" title="jalan lurus" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/12/jalan-lurus-150x150.jpg" alt="http://www.mypangandaran.com" width="150" height="150" /></a></dt>
<h5 class="wp-caption-dd">mypangandaran.com</h5>
</dl>
</div>
<p>Ketika ada rencana piknik dengan teman sekerja beberapa waktu yang lalu, ada beberapa usulan tempat wisata yang akan dituju. Tawang mangu, Jogja, Pacitan atau sekedar tempat terdekat yang sudah biasa kami kunjungi. Walaupun belum ketemu tempat mana yang akhirnya akan dituju, tapi ada satu orang yang tidak mau kalau Pacitan menjadi tempat tujuan wisata. Alasannya karena jalan yang berbelok-belok naik turun menjadi momok baginya, hal ini menjadi penyebab mabok perjalanan baginya.</p>
<p><span id="more-445"></span>Melewati jalan yang berbelok-belok, naik turun, sempit lagi, memang membuat ngeri, apalagi tikungannya begitu curam tanpa rambu-rambu lalu lintas lagi. Saya pernah melewati jalan yang demikian, ngeri dan senam jantung karena kengeriannya.</p>
<p>Pernah saya membayangkan, jika jalan yang berbelok-belok itu tiba-tiba menjadi lurus tidak naik turun, tidak terjal, beraspal hotmix kualitas tinggi dan lebarnya bisa untuk jalan empat bus sekalian. Alangkah nikmat jalan di atasnya, dengan kecepatan tinggipun kecil sekali resiko terjadi kecelakaan. Jalan lurus akan mengantarkan kita kepada tujuan yang lebih cepat, waktu tempuh menjadi pendek dan energi yang kita keluarkan menjadi lebih sedikit. Jalan lurus memang menjanjikan keselamatan. Saya jadi teringat dengan satu ayat di dalam Al-Qur&#8217;an,</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: black;">وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong>(QS Al-An’am: 153)</strong></p>
<p>Yups&#8230;sebetulnya Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala sudah menyediakan jalan lurus itu, hanya saja Iblis dan bala tentaranya menutupi jalan lurus itu dengan jalan-jalan yang banyak, yang membuat jalan lurus itu tertutup oleh jalan-jalan Iblis. Begitu banyaknya jalan yang dibuat Iblis kadang membuat kita berbelok arah dari jalanj Allah dan melewati jalan Iblis.</p>
<p>Sebetulnya meniti jalan yang lurus itu tidak mudah, karena banyaknya halangan yang akan kita dapati. Dari Solo menuju Magetan bila kita menginginkan jalan yang lurus harus membuat jalan tembus melewati gunung lawu. Kita harus membuat terowongan yang sangat panjang dan dalam, yang tentunya akan membutuhkan biaya dan tenaga yang sangat banyak. Tentu nikmat sekali bila kita bisa berhasil menyingkirkan halangan itu, kemudian terowongan yang lurus dan kuat bisa kita lewati dengan baik dan aman. Seperti halnya di Arab Saudi (meskipun saya belum pernah ke sana) banyak sekali terowongan-terowongan yang menembus gunung karena mereka menginginkan jalan tempuh yang lebih cepat.</p>
<p>Lihat juga jalan kereta api, sesekali harus melewati terowongan yang menembus gunung, atau melalui jembatan yang menghubungkan dua ujung lembah. Tentu hal itu merupakan hal yang sulit untuk diwujudkan, tetapi ternyata itu bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan. Begitulah bila kita berhasil melewati halangan dan rintangan yang menghalangi jalan kita, maka akan kita dapati kenikmatan yang tiada tara.</p>
<p>Laut yang luas juga menjadi halangan yang tidak mudah untuk bisa membuat jalan yang lurus. namun itu bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya, Lihatlah jembatan suramadu bisa terwujud. Jalan itu akhirnya tercipta, walaupun dalam waktu yang lama dan biaya yang sangat besar harus dikeluarkanjuga, ketika jalan yang lurus yang menghubungkan surabaya dan madura selesai dibangun. Betapa besarnya biaya dan tenaga yang dikeluarkan, namun semua itu akhirnya berbuah kenikmatan berkendara yang luar biasa.</p>
<p>Menurut Rasulullah, jalan lurus itu hanya satu yaitu jalannya Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang dinamakan Shiratal Mustaqim, sedangkan jalan yang lain bukan jalannya. Jalan ini lurus sampai di tujuan, namun di samping jalan ini ada banyak jalan-jalan yang dibuat iblis dan bala tentaranya. Kalau memang ingin selamat, ambil jalan yang lurus dan singkirkan jalan-jalan yang menghalangi, niscaya kita akan menemukan kenikmatan sejati dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>Telah dinukil dari sebuah hadits shahih bahwa suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menarik sebuah garis lurus, lalu menarik garis-garis ke kanan dan ke kiri dari garis yang lurus itu. Kemudian beliau bersabda:</p>
<p style="text-align: center;" dir="rtl"><strong>هَذَا سَبِيْلُ اللهِ، وَهَذِهِ الْخُطُوْطُ الَّتِيْ عَنْ يَمِيْنِهِ وَيَسَارِهِ سُبُلُ الشَّيَاطِيْنِ. ثُمَّ قَرَأَ قَوْلَ اللهِ تَعَالَى: وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (رواه أحمد والدارمي)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>“Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan setan”, kemudian beliau membaca ayat: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.”</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em><strong>(HR. Ahmad dan Ad-Darimi)</strong></p>
<p>Sebagian ulama mencontohkannya dengan pelepah kurma yang menjulur hingga ke tanah. Sekiranya seekor serangga merayap naik melalui batangnya, niscaya ia akan sampai ke atas dan dapat menikmati buah kurma yang diinginkannya, artinya ia telah selamat sampai ke tujuan. Lain ceritanya jika ia naik melalui pelepah daun kurma yang menjulur ke kanan dan ke kiri itu, baru saja ia mencoba merayap naik pasti sudah terjatuh. Batang itulah jalan Allah, sementara pelepah daun kurma itu adalah jalan-jalan setan. Jalan Allah yang merupakan shiratul mustaqim sangat jelas terlihat.</p>
<p>Semoga Allah menunjuki kita jalan yang lurus &#8220;shiratal mustaqim&#8221; yaitu jalan orang-orang yang tidak dimurkaiNya, dan juga bukan jalan orang-orang yang tersesat.</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-8" src="http://zizzahaz.com/wp-content/uploads/2011/06/D89DB5D49538AE682DB6597D77D3C8C1.png" alt="" width="172" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zizzahaz.com/2011/12/07/jalan-lurus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

